Memilih dan Mengamati Ayam Bangkok Adu

Mon, 30 March 2015

Cara memilih ayam bangkok bisa dilakukan dari pengamatan ciri ciri fisik ayam bangkok yang bagus.  Tetapi akan lebih puas jika ayam bangkok tersebut diketahui kemampuan dan keunggulannya dalam bertarung.  Untuk itu ayam bangkok tersebut perlu di adu tarungkan secukupnya (abar ayam selama 10-15 menit atau satu ronde).

Dalam abar ayam bangkok tersebut, harus disediakan ayam lawan tanding sepadan (ayam dewasa ukuran seimbang, teknik lumayan, tahan pukul, pukulannya tidak mematikan).  Ayam lawan tanding ini bisa disediakan oleh penjual, atau lebih baik dibawa sendiri oleh calon pembeli untuk bisa dijadikan pembanding.

Cara memilih ayam bangkok berdasarkan tarung atau abar ayam ini perlu mengamati hal-hal pokok seperti ini dibawah ini:

Pukulan Ayam Bangkok

Pukulan dan taji menjadi perhatian utama yang dilihat oleh calon pembeli saat abar ayam dilakukan.  Ayam bisa menang karena senjatanya berupa pukulan kaki dan atau taji berhasil melumpuhkan lawannya.  Secara umum pukulan yang dicari adalah yang akurat (tidak banyak meleset), beragam dari berbagai arah, dan frekuensinya tinggi.  Untuk penggemar ayam bangkok yang sudah berpengalaman, mereka lebih selektif dan hanya tertarik pada ayam yang memiliki potensi pukulan telak/panas/pukulan satu/pukulan mematikan, dan jika perlu komplit dengan taji yang jitu.

Pukulan ayam bangkok sudah terlihat sejak awal abar ayam dimulai hingga selesai.  Waktu 10-15 menit sudah cukup panjang untuk mengetahui pukulannya.  Tetapi jika ayam masih muda 6 – 8 dan otot-ototnya belum terlatih dapat dimaklumi jika pukulannya belum lepas dan kurang keras, sehingga yang dilihat adalah potensi pukulannya dan peluang perubahannya nanti setelah dilatih.  Silahkan lihat artikel tentang memilih ayam bangkok berdasarkan pukulan.

 

Teknik/gaya tarung Ayam Bangkok

Prosesi pukulan ayam bangkok berlangsung sangat cepat, yaitu lompat dan lalu jebret.  Tetapi sebelum memukul ayam bangkok melakukan banyak gerakan dan manuver agar memperoleh kesempatan untuk bisa memukul.  Manuver dan gerakan tersebut diantaranya berlari/ berputar, mendorongkan badan dan leher, menggerakkan kepala/leher hingga mematok.  Segala cara yang dilakukan oleh ayam bangkok untuk bisa melancarkan pukulan bisa disebut sebagai teknik/gaya tarung.  Disamping untuk memukul, teknik/gaya tarung juga untuk menghindarkan dari tekanan dan pukulan lawan.

Teknik atau gaya tarung ayam bangkok dapat dilihat setelah masa abar ayam berlangsung 3 menit dan seterusnya.  Disaat ayam mulai kelelahan di menit ke-10 s/d 15 teknik ayam bangkok makin kelihatan jelas, apakah cenderung main atas atau bawah, kepalanya sulit dipatok/dipukul atau gampang kena pukulan, dan apakah punya pola teknik tertentu seperti kontrol atau kunci?

Terdapat beragam teknik ayam bangkok pada artikel Teknik dan gaya tarung ayam bangkok plus video.

Kecepatan Ayam Bangkok

Pukulan dan teknik tarung yang bagus ternyata belum cukup untuk menjadi ayam unggulan, karena belakangan ini sudah banyak hadir ayam bangkok campuran thailand, atau campuran dengan ayam birma/myanmar, yang memiliki kecepatan diatas rata-rata.  Dalam bertarung, ayam bangkok saling berebut kepala lawan untuk dipatok.  Ayam yang gerakannya cepat (tentunya didukung oleh teknik tarung) baik gerakan kepala, leher, dan kaki yang cepat untuk berputar dan berlari akan lebih dulu berhasil mematok kepala lawannya.  Ayam yang gerakannya cepat bisa mendominasi pertarungan.  Kecepatan gerakan ayam bangkok juga untuk menghindari pukulan telak, karena ayam yang bergerak cepat sulit dipukul telak dan tepat sasaran oleh lawannya.

Stamina Ayam Bangkok

Stamina ayam bangkok dapat dilihat saat adu abar memasuki menit ke-10.  Stamina dapat dilihat apakah ayam bangkok ngos-ngosan atau tidak, yaitu dari kecepatan gerakan pernafasan di leher/jakun atau bukaan kedua paruh.  Seharusnya pada menit ke-10 pernafasan ayam bangkok masih bagus dan tidak terlalu ngos-ngosan, baik ayam muda maupun ayam dewasa.  Tetapi adapula ayam bangkok yang pada menit ke-10 sudah tampak ngos-ngosan berlebihan, ditandai oleh kesulitan mengambil nafas, kehilangan konsentrasi, paruh membuka lebar dan kesulitan untuk  mematok, serta tatapan mata yang tampak agak ketakutan.  Ayam bangkok dengan stamina tidak sampai 10 menit abar ini umumnya karena bawaan, dan akan sulit dilatih, sehingga harus dihindari walaupun punya pukulan dan teknik bagus.

Daya tahan menerima pukulan

Abar ayam bangkok selama 10 – 15 menit sebetulnya agak sulit bagi pemula untuk mengetahui daya tahan ayam bangkok dalam menerima pukulan lawan (tadah pukul).  Karena pada 15 menit pertama abar ayam umumnya tampak seimbang dan saling bergantian pukul/dipukul.  Tetapi jika jeli, sebetulnya dapat dilihat dari reaksi ayam tersebut setiap kena pukulan keras, apakah ayam tersebut seperti tidak peduli dan tetap semangat (tahan pukul), atau sebaliknya ayam tersebut merasakan kesakitannya dan mentalnya tampak drop sesaat (ayam cengeng).  Pelatih ayam bangkok punya cara tersendiri untuk meningkatkan kekebalan di bagian kepala.  Tetapi tidak selalu berhasil karena tadah pukul juga tergantung dari mental bawaan dari indukan pacek dan biangnya.

 

Mental tarung Ayam Bangkok

Mental ayam yang diabar dapat dilihat kesiapan mentalnya, apakah ayam tersebut sudah berani full atau setengah berani.  Ayam yang mentalnya sudah siap tampak agresif dari menit pertama hingga menit ke-15, tentunya apabila tidak terkena pukulan telak oleh lawannya.  Tetapi ada ayam muda usia 6-8 bulan dan juga ayam dewasa yang sudah pernah kalah, yang mentalnya drop saat pertarungan masih berlangsung seimbang.  Perubahan mental tersebut ditandai oleh ayam secara tiba-tiba berubah dari agresif menjadi pasif, kepala yang tadinya main atas berubah menjadi suka menyembunyikan kepala ke sayap, lebih banyak sembunyi, ekspresi muka tampak ragu dan lemas.  Mental tarung selama abar 1 ronde ini hanya untuk melihat mental ayam yang sudah berani full atau masih tanggung.  Mental ayam bangkok yang sesungguhnya hanya diketahui saat di arena/kalangan, dimana ayam yang bermental bagus tidak akan lari sambil keok saat kalah, tetapi tetap diam, duduk atau tergeletak di tempat hingga akhirnya permainan seri atau ayam tersebut mati di tempat.

 

Demikian cara memilih ayam bangkok yang diamati berdasarkan tarung atau abar ayam bangkok.